ALGORITMA
PEMROGRAMAN
PROGRAM KOMPUTER
Program komputer adalah rangkaian kata perintah yang telah dimengerti
oleh komputer untuk dikerjakannya. Kata-kata perintah tersebut membentuk
suatu bahasa yang disebut dengan bahasa pemrograman. Sebagaimana
bahasa pada manusia, bahasa pemrograman juga terdiri atas banyak macam
bahasa, dan memiliki aturannya masing-masing.
Sulitnya, komputer saat ini belum diberi hak inisiatif, sehingga jika ada sedikit
saja kesalahan penulisan perintah oleh pemrogram, ia tidak mau memakluminya
atau berusaha memperbaiki sendiri kesalahan tersebut. Serta merta ia
“ngambek” dan tidak mau mengerjakan perintah-perintah lainnya. Komputer
diciptakan melalui logika manusia, karenanya, ia bekerja secara logis,
tanpa
campur-tangan “perasaan.”
ALGORITMA PEMROGRAMAN
Orang yang telah terbiasa “bergaul” dengan komputer menggunakan satu
bahasa pemrograman tertentu (tingkat mahir), biasanya tidak lagi memerlukan
kertas coret-coretan untuk membuat suatu program komputer. Namun bagi
pemula, pembelajar, atau yang belum mahir, diperlukan kertas coret-coretan
tersebut.
Kertas coret-coretan itu akan digunakan untuk menyusun algoritma
(langkah-langkah penyelesaian masalah), flowcharting (alur logika
perintah,
yang merupakan aplikasi dari algoritma), maupun menuliskan perintah sesuai
dengan kaidah dari bahasa pemrograman yang akan digunakannya.
Sewaktu menyusun algoritma, kita tidak perlu tahu (atau tidak perlu
menyesuaikan dengan) bahasa pemrograman yang nanti akan kita gunakan.
Hal utama yang kita pikirkan adalah kaidah (hirarki) dari komputer itu
sendiri,
yaitu input-proses-output.
Input adalah data yang harus ada (sudah ada/ sudah tersedia), yang dapat
diproses dengan aturan-aturan tertentu untuk menghasilkan output seperti
yang
dikehendaki. Data yang ada harus logis (masuk akal) bahwa “ia” dapat
diproses untuk menghasilkan output.
“Algoritma adalah urutan langkah-langkah
logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”.
Kata Logis merupakan kata kunci dalam Algoritma. Langkah-langkah dalam
Algoritma
harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.
harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.
Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika
Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu
computer yang diacu dalam terminologi algoritma. Namun, jangan beranggapan
algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan
sehari-haripun banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam suatu algoritma.
Cara-cara membuat kue atau masakan yang dinyatakan dalam suatu resep juga
dapat disebut sebagai algoritma. Pada setiap resep selalu ada urutan
langkah-lankah membuat masakan. Bila langkah-langkahnya tidak logis, tidak
dapat dihasilkan masakan yang diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba suatu resep
masakan akan membaca satu per satu langkah-langkah pembuatannya lalu ia
mengerjakan proses sesuai yang ia baca. S
ecara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut pemroses
(processor). Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, robot atau
alatalat elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses dengan
melaksanakan atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan proses tersebut.
Melaksanakan Algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam Algoritma
tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma yang diberikan
kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan resep yang diberikan kepadanya,
pianis memainkan lagu berdasarkan papan not balok.
Karena itu suatu Algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat
dimengerti oleh pemroses.
Jadi suatu pemroses harus :
1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma
2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
Mekanisme Pelaksanan Algoritma Oleh Pemroses
1. Mengerti setiap langkah dalam Algoritma
2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
Mekanisme Pelaksanan Algoritma Oleh Pemroses
Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh
komputer,
algoritma hasrus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman sehingga dinamakan program.
algoritma hasrus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman sehingga dinamakan program.
Jadi program adalah prwujudan atau implementasi teknis Algoritma yang
ditulis dalam bahasa pemrogaman tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh
komputer.
Ciri penting algoritma
• Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah terbatas.
• Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (Ambiguitas).
• Algoritma memiliki nol atau lebih masukkan.
• Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
• algoritma harus efektif (setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal).
• Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah terbatas.
• Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (Ambiguitas).
• Algoritma memiliki nol atau lebih masukkan.
• Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
• algoritma harus efektif (setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal).
Notasi Penulisan Algoritma
Penulisan algoritma tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemograman dan
komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemograman,
tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemograman. Berikut adalah
contoh notasi algoritma
·
Notasi yang dinyatakan dalam kalimat deskriptif
Dengan otasi ini , deskriptif setiap langkah dijelaskan dengan bahasa yang jelas. Notasi ini cocok untuk algoritma yang pendek. Tapi untuk masalah algoritma yang panjang, notasi ini jelas kurang effektif. Selain itu pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa program cendrung agak susah.
Contoh:
Algoritma mencari luas persegi panjang ;
Diketahui panjang dan lebar sebuah persegi panjang. Carilah luas dan keliling persegi panjang.
Deskripsi :
1. Input panjang persegi panjang.
2. Input lebar persegi panjang.
3. Cari luas persegi panjang dengan rumus; panjang kali lebar.
4. Cari keliling persegi panjang dengan rumus; dua kali sisi panjang ditambah dua kali sisi lebar.
5. Keluarkan luas dan keliling sebagai output..
6. Penghitungan selesai.
·
Flow chart
Flow chart atau bagan alir merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan
urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan
dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu.
Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahasa pemrograman.
Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahasa pemrograman.
Notasi penulisan algoritma dengan flow chart cocoknya untuk algoritma yang
pendek. Sementara untuk masalah algoritma yang panjang, notasi ini kurang
effektif dan penkorversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemograman
cendrung agak sukar.
Sekian dulu postingan saya kali ini, pada kesempatan berikut saya akan melanjutkan pembahasan tentang notasi penulisan algoritma(flowchar & pseudo code):
Sekian dulu postingan saya kali ini, pada kesempatan berikut saya akan melanjutkan pembahasan tentang notasi penulisan algoritma(flowchar & pseudo code):
·
Simbol-simbol flowchart
·
Contoh flow chart program sederhana
·
Contoh penulisan yang dinyatakan dengan Pseudo code.
Terima kasih atas kunjungannya. Mohon masukan dan saran untuk perbaikan
pembahasan ini.
Wasalam Penulis.
Wasalam Penulis.
PERLUNYA PERINTAH BAHASA PEMROGRAMAN DI DALAM
ALGORITMA
Meskipun sudah dikatakan, bahwa sewaktu kita menyusun algoritma kita
tidak perlu tahu bahasa pemrograman apa yang akan digunakan kelak,
namun, untuk penulisan algoritma yang lebih efisien dan efektif, maka
penggunaan sebagian perintah yang ada di dalam bahasa pemrograman
perlu dilakukan juga.
Adapun perintah bahasa pemrograman yang paling sering digunakan untuk
menyusun algoritma adalah bahasa pemrogrman yang terstrukutur, seperti
Pascal, C, SNOBOL, PL/1, dan sebagainya.
Misalkan saja, untuk contoh berikut ini :
Langkah 1 : Beri nilai 10 ke variabel S
Maka, akan lebih mudah jika ditulis sebagai :
Langkah 1 : S := 10;
Belum lagi jika algoritma yang ditulis harus melakukan perulangan langkah
ke langkah-langkah sebelumnya (looping).
10 Mulai I:= 1;
11 Lakukan perbandingan data ke I dengan data ke I+1
12 Jika data ke I+1 lebih kecil, maka tukar tempat keduanya
13 Tambahkan I dengan 1
14 Lakukan langkah 11 hingga langkah 13 selama nilai I < 10
15 selesai
Tentu akan lebih ringkas jika kita tulis (perintah BASIC) :
10 For I= 1 to 10
20 If A(i) > A(I+1) then SWAP A(i), A(j)
30 next
40 end
Jadi terlihat, jika algoritma tersebut sederhana, maka penyusunan algoritma
akan sama dengan penyusunan sebuah program (karena semua perintahnya
sudah sesuai dengan kaidah penulisan di bahasa pemrogramannya).
Apakah semuanya akan demikian ?. Tentu saja tidak, misalkan, kita diminta
untuk menentukan bilangan terkecil dari seratus buah bilangan yang akan
dimasukkan ke komputer, ini masih dapat langsung dibuatkan programnya.
Algoritma (program)nya bisa kita susun sebagai berikut :
1 DIM A(100)
2 FOR M = 1 TO 100
3 INPUT A(M) : NEXT : KECIL = A(1)
4 FOR M = 2 TO 100
5 IF KECIL > A(M) THEN X = KECIL: KECIL = A(M) : A(M) = X
6 NEXT : PRINT KECIL : END
Tetapi, misalkan jika kita diminta untuk mengalihkan notasi infix menjadi
postfix melalui stack, hal itu sulit untuk dilakukan.
Algoritmanya bisa menggunakan gabungan kalimat dengan bahasa
pemrograman, berikut contoh penggalannya.
Contoh :
1. Asumsi : deretan notasi infix dimasukkan ke dalam sebuah variabel array
bernilai string, nama variabelnya D
2. S adalah variabel string untuk menyimpan susunan data di dalam stack
3. H adalah variabel string untuk menyimpan hasil
4. P = banyaknya elemen array
5. For I = 1 to p
If top(s) = empty then {top(s) adalah posisi atas stack)
if D(i) = operand then
H = D(i)
Else
S = S + D(i)
Top(s) = D(i)
Endif
Else
If D(i) = operator then
If derajat D(i) > derajat Top(s) then
. . .
. . .
. . .
. . .
Jadi, terdapat beberapa kata yang tidak dapat dijabarkan langsung ke
dalam bahasa pemrograman. Misalkan, kata Top(s), empty, operand, operator,
dan derajat.
PERLUNYA PROSEDUR
Toh akhirnya, kita tidak akan mungkin hanya membuat algoritmanya saja
melainkan dilanjutkan ke pembuatan programnya. Karenanya, algoritma
sebaiknya dibuat sedemikian rupa agar setiap perintah yang ada di dalamnya
dapat diaplikasikan langsung ke dalam bahasa pemrograman.
Itulah perlunya prosedur. Misalkan kata “operand” di algoritma di atas yang
tidak dapat langsung diaplikasikan di dalam bahasa pemrogramannya, kita
buat saja prosedur dari algoritma tersebut yang mendefinisikan apa itu
“operand.”
Misalkan :
1 Procedure OPERAND
2 IF ASC(D(I)) > 64 AND ASC(D(I)) < 91 THEN OP = .T. ELSE OP = .F.
3 RETURN
Sehingga, di algoritma utamanya bisa diubah dari :
If top(s) = empty then {top(s) adalah posisi atas stack)
if D(i) = operand then
H = D(i)
menjadi :
If top(s) = empty then {top(s) adalah posisi atas stack)
Do Procedure OPERAND
IF op = .t.
H = D(i)
PERLUNYA STANDAR PENGGUNAAN PERINTAH BAHASA
PEMROGRAMAN
Sulit memang membuat standardisasi penggunaan perintah bahasa
pemrograman di sebuah algoritma. Sulit karena ada yang hanya memahami
satu bahasa pemrogrman saja sehingga ia tak mau menggunakan perintah di
bahasa pemrograman lain.
Namun, itu sebatas cara penulisan saja, misalkan di BASIC A = 10, di Pascal
berlaku A := 10, namun untuk perintah looping, umumnya memiliki
alur logika
yang sama, yaitu dalam penggunaan FOR-NEXT, REPEAT-UNTIL, DO WHILEENDDO,
WHILE-WEND, dan sebagainya.
Jadi, meskipun tidak ada standar yang pasti, paling-paling hanya berbeda
cara penulisannya saja, namun sama dalam alur logikanya. Jadi, ternyata,
standardisasi semacam ini tidak diperlukan.
LATIHAN SOAL ALGORITMA
1. Alihkan notasi infix menjadi prefix
2. Buat suatu pohon biner, tentukan algoritma perjalanan preorder;
3. Alihkan notasi infix menjadi postfix melalui operasi stack;
4. Jadikan seratus angka yang sudah dimasukkan ke komputer secara acak
menjadi urut (sort) dari kecil ke besar (ascending)
5. Cari nilai tengah dari seratus angka yang sudah dimasukkan ke komputer
secara acak.
Algoritma genetik adalah teknik
pencarian yang di dalam ilmu komputer untuk menemukan penyelesaian perkiraan
untuk optimisasi dan masalah pencarian. Algoritma genetik adalah kelas khusus
dari algoritma evolusioner dengan menggunakan teknik yang terinspirasi oleh
biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi (atau crossover)
Algoritma Genetik pertama kali dikembangkan oleh John
Holland pada tahun 1970-an di New York, Amerika Serikat. Dia beserta
murid-murid dan teman kerjanya menghasilkan buku berjudul "Adaption in
Natural and Artificial Systems" pada tahun 1975.
Algoritma Genetik khususnya diterapkan sebagai
simulasi komputer dimana sebuah populasi representasi abstrak (disebut kromosom) dari
solusi-solusi calon (disebut individual) pada sebuah masalah optimisasi akan
berkembang menjadi solusi-solusi yang lebih baik. Secara tradisional,
solusi-solusi dilambangkan dalam biner sebagai string '0' dan '1', walaupun
dimungkinkan juga penggunaan penyandian (encoding) yang
berbeda. Evolusi dimulai dari sebuah populasi individual acak yang lengkap dan
terjadi dalam generasi-generasi. Dalam tiap generasi, kemampuan keseluruhan
populasi dievaluasi, kemudian multiple individuals dipilih
dari populasi sekarang (current) tersebut secara stochastic (berdasarkan
kemampuan mereka), lalu dimodifikasi (melalui mutasi atau rekombinasi) menjadi
bentuk populasi baru yang menjadi populasi sekarang (current) pada iterasi berikutnya
dari algoritma.
[sunting]Prosedur Algoritma
Genetik
Algoritma genetik yang umum menyaratkan dua hal untuk
didefinisikan: (1) representasi genetik dari penyelesaian, (2) fungsi kemampuan
untuk mengevaluasinya.
Representasi baku adalah sebuah larik bit-bit. Larik
jenis dan struktur lain dapat digunakan dengan cara yang sama. Hal utama yang
membuat representasi genetik ini menjadi tepat adalah bahwa bagian-bagiannya
mudah diatur karena ukurannya yang tetap, yang memudahkan operasi persilangan
sederhana. Representasi panjang variabel juga digunakan, tetapi implementasi
persilangan lebih kompleks dalam kasus ini. Representasi seperti pohon
diselidiki dalam pemrograman genetik dan representasi bentuk bebas diselidiki
di dalam HBGA.
Fungsi kemampuan didefinisikan di atas representasi
genetik dan mengukur kualitas penyelesaian yang diwakili. Fungsi kemampuan selalu
tergantung pada masalah. Sebagai contoh, jika pada ransel kita ingin
memaksimalkan jumlah benda (obyek) yang dapat kita masukkan ke dalamnya pada
beberapa kapasitas yang tetap. Representasi penyelesaian mungkin berbentuk
larik bits, dimana tiap bit mewakili obyek yang berbeda, dan nilai bit (0 atau
1) menggambarkan apakah obyek tersebut ada di dalam ransel atau tidak. Tidak
setiap representasi seperti ini valid, karena ukuran obyek dapat melebihi
kapasitas ransel. Kemampuan penyelesaian adalah jumlah nilai dari semua obyek
di dalam ransel jika representasi itu valid, atau jika tidak 0. Dalam beberapa
masalah, susah atau bahkan tidak mungkin untuk mendefinisikan lambang
kemampuan, maka pada kasus ini digunakan IGA.
Sekali kita mendefinisikan representasi genetik dan
fungsi kemampuan, algoritma genetik akan memproses inisialisasi populasi
penyelesaian secara acak, dan memperbaikinya melalui aplikasi pengulangan
dengan aplikasi operator-operator mutasi, persilangan, dan seleksi.
Secara sederhana, algoritma umum dari algoritma
genetik ini dapat dirumuskan menjadi beberapa langkah, yaitu:
1. Membentuk suatu populasi
individual dengan keadaan acak
2. Mengevaluasi kecocokan
setiap individual keadaan dengan hasil yang diinginkan
3. Memilih individual
dengan kecocokan yang tertinggi
4. Bereproduksi, mengadakan
persilangan antar individual terpilih diselingi mutasi
5. Mengulangi langkah 2 - 4
sampai ditemukan individual dengan hasil yang diinginkan
KONSEP DASAR PEMROGRAMAN PASCAL
1.1 Perkembangan Pascal
Pascal adalah bahasa tingkat
tinggi yang orientasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Prof. Niklaus Wirth
dari Technical University di Zurich, Switzerland. Nama pascal diambil sebagai
penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematik dan philosophi terkenal abad
17 dari Perancis.
1.2 Struktur Program Pascal
Struktur dari suatu program
pascal terdiri dari sebuah judul program dan suatu blok program atau badan
program. Blok program dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu : bagian deklarasi
dan bagian pernyataan. Secara ringkas, struktur suatu program pascal dapat
terdiri dari :
1. Judul program
2. Blok program
a. Bagian deklarasi
- deklarasi label
- deklarasi konstanta
- deklarasi tipe
- deklarasi variable
- deklarasi prosedur
- deklarasi fungsi
b. Bagian pernyataan
Program
pascal yang paling sederhana adalah program yang hanya terdiri dari sebuah
bagian pernyataan saja.
Begin
End.
Bentuk
umum dari bagian pernyataan adalah :
Begin
Statement;
End
.
Konsep dasar pemrograman pascal Algoritma & Pemrogram 2A
Contoh :
Begin
Writeln ( ‘Saya pascal’ );
Writeln ( ‘--------------‘ )
End .
Outputnya : Saya pascal
---------------
Program pascal tidak mengenal aturan penulisan di kolom
tertentu, jadi boleh ditulis mulai kolom berapapun. Penulisan
statement-statement pada contoh program yang menjorok masuk beberapa kolom
tidak mempunyai pengaruh diproses, hanya dimaksudkan supaya mempermudah
pembacaan program, sehingga akan lebih terlihat bagian-bagiannya, dan baik
untuk dokumentasi.
Judul program sifatnya optional dan
tidak signifikan didalam program. Jika ditulis dapat digunakan untuk memberi
nama program dan daftar dari parameter tentang komunikasi program dengan
lingkungannya yang sifatnya sebagai dokumentasi saja. Judul program bila
ditulis harus terletak pada awal dari program dan diakhiri dengan titik koma.
Contoh :
Program contoh ;
Begin
Writeln ( ‘Gunadarma’ );
Writeln( ‘---------------‘ );
End .
1.3 Deklarasi
Bagian deklarasi digunakan bila didalam program menggunakan
pengenal (identifier) yang dapat berupa label, konstanta, tipe, variable,
prosedur dan fungsi.
1.3.1 Deklarasi Konstanta
Definisi konstanta diawali dengan kata cadangan Const diikuti
oleh kumpulan identifier yang diberi suatu nilai konstanta. Data konstanta
nilainya sudah ditentukan dan pasti, tidak dapat dirubah didalam program.
Konsep dasar pemrograman pascal Algoritma & Pemrogram 2A
Contoh :
Program contoh_konstanta;
Const
Potongan = 0.2 ;
Gaji = 25000 ;
Namaperusahaan = ‘PT ABC’ ;
Begin
Writeln ( ‘Potongan =’, Potongan ) ;
Writeln ( ‘Gaji =’, Gaji ) ;
Writeln ( ‘Nama =’, Namaperusahaan) ;
End .
1.3.2 Deklarasi Variabel
Variabel adalah identifier yang berisi data yang dapat
diubah-ubah nilainya didalam program. Menggunakan kata
cadangan Var sebagai judul didalam bagian deklarasi variable dan diikuti
oleh satu atau lebih identifier yang dipisahkan koma, diikuti dengan titik dua
dan tipe dari datanya diakhiri dengan titik koma.
Contoh :
Var
Total, Gaji, Tunjangan : real ;
Jumlahanak : integer ;
Keterangan : string [25] ;
Begin
Gaji : = 500000 ;
Jumlahanak : = 3 ;
Tunjangan : = 0.25 * Gaji + Jumlahanak * 30000 ;
Total : = Gaji + Tunjangan ;
Keterangan : = ‘Karyawan Teladan’ ;
Writeln ( ‘ Gaji bulanan = Rp. ‘ , Gaji ) ;
Writeln ( ‘ Tunjangan = Rp. ‘ , Tunjangan ) ;
Writeln ( ‘ Total gaji = Rp. ‘ , Total ) ;
Writeln ( ‘ Keterangan = Rp. ‘ , Keterangan ) ;
End .
1.3.3 Deklarasi Tipe
Pascal menyediakan beberapa macam tipe data, yaitu :
1.
tipe data sederhana, terdiri dari :
a.
tipe data standar : integer, real, char, string, Boolean.
Konsep dasar pemrograman pascal Algoritma & Pemrogram 2A
b.
Tipe data didefinisikan pemakai : enumerated atau scalar, subrange
2.
Tipe data terstruktur : array, record, file, set
3.
Tipe data penunjuk
Contoh :
Type
Pecahan = real ;
Bulat = integer ;
Huruf = string [25] ;
Begin
……..
……..
……..
End .
1.3.4 Deklarasi Label
Jika program menggunakan statement Goto untuk meloncat ke
suatu statement yang tertentu, maka dibutuhkan suatu label pada statement yang
dituju dan label tersebut harus di deklarasikan terlebih dahulu pada bagian
deklarasi. Menggunakan kata cadangan Label diikuti oleh kumpulan
identifier label dengan dipisahkan oleh koma dan diakhiri dengan titik koma.
Contoh :
Label
100, selesai ;
Begin
Writeln ( ‘Bahasa’ ) ;
Goto 100 ;
Writeln ( ‘Cobol’ ) ;
100 :
Writeln ( ‘Pascal’ ) ;
Goto selesai ;
Writeln ( ‘Fortran’ ) ;
Selesai :
End .
1.3.5 Deklarasi Prosedur
Prosedur merupakan bagian yang terpisah dari program dan
dapat diaktifkan dimanapun didalam program. Prosedur dibuat sendiri bilamana
program akan dibagi-bagi menjadi beberapa blok-blok modul. Prosedur dibuat
didalam program dengan cara mendeklarasikannya dibagian deklarasi prosedur.
Menggunakan kata cadangan Procedure.
Output : Bahasa
Pascal
Konsep dasar pemrograman pascal Algoritma & Pemrogram 2A
Contoh :
Procedure tambah ( x, y : integer ; var hasil : integer ) ;
Begin
Hasil : = x + y ;
End ;
{program utama}
var
z : integer ;
Begin
Tambah ( 2, 3, z ) ;
Writeln ( ‘ 2 + 3 = ‘, z );
End .
1.3.6 Deklarasi Fungsi
Fungsi juga merupakan bagian program yang terpisah mirip
dengan prosedur, tetapi ada beberapa perbedaannya. Kata cadangan yang digunakan
Function.
Contoh :
Function Tambah ( x, y : integer ) : integer ;
Begin
Tambah : = x + y ;
End ;
{program utama}
Begin
Writeln ( ‘ 2 + 3 = ‘ , Tambah ( 2, 3)) ;
End .
1.4 Unit
Suatu unit adalah kumpulan dari konstanta, tipe-tipe data,
variable, prosedur dan fungsi-fungsi. Tiap-tiap unit tampak seperti suatu
program Pascal yang terpisah. Unit standar sudah merupakan kode mesin (sudah
dikompilasi), bukan kode sumber Pascal lagi dan sudah diletakkan di memori pada
waktu menggunakan pascal. Untuk menggunakan suatu unit, harus diletakkan suatu
anak kalimat Uses diawal blok program, diikuti oleh daftar nama unit
yang digunakan.
1.4.1 Unit System
Sebenarnya adalah pustaka dari runtime Turbo Pascal yang
mendukung semua proses yang dibutuhkan pada waktu runtime. Unit system berisi
semua prosedur dan fungsi standar turbo pascal. Unit system ini akan secara otomatis
digunakan didalam program, sehingga boleh tidak disebutkan didalam anak
kalimat Uses.
Output :
2 + 3 = 5
Konsep dasar pemrograman pascal Algoritma & Pemrogram 2A
1.4.2 Unit Crt
Digunakan untuk memanipulasi layer teks ( windowing,
peletakkan cursor dilayar, color untuk teks, kode extanded keyboard dan
lainnya). Unit standar crt hanya dapat digunakan oleh program yang digunakan
dikomputer IBM PC, IBM AT, IBM PS/2 atau yang kompatibel dengannya.
Contoh :
Uses crt ;
Begin
Clrscr ;
Writeln ( ‘Hallo’ ) ;
Writeln ( ‘-------‘ ) ;
End .
Prosedur standar yang menggunakan unit crt adalah : AssignCrt
|
HighVideo
|
Sound
|
ClrEol
|
InsLine
|
TextBackground
|
ClrScr
|
LowVideo
|
TextColor
|
Delay
|
NormVideo
|
TextMode
|
DelLine
|
NoSound
|
Window
|
GotoXY
|
||
Contoh Program Pascal : Menghitung Luas dan keliling
Persegi
program persegi;
uses
crt;
var
sisi : integer;
keliling, luas : real;
begin
clrscr;
write('Masukkan sisi persegi: ');
readln(sisi);
keliling := 4 * sisi;
luas := sisi * sisi;
writeln;
writeln('keliling persegi = ', keliling:0:2);
writeln('luas persegi = ', luas:0:2);
readln;
end.
uses
crt;
var
sisi : integer;
keliling, luas : real;
begin
clrscr;
write('Masukkan sisi persegi: ');
readln(sisi);
keliling := 4 * sisi;
luas := sisi * sisi;
writeln;
writeln('keliling persegi = ', keliling:0:2);
writeln('luas persegi = ', luas:0:2);
readln;
end.
- simbol dasar yaitu macam- macam
elemen karakter yang ada di dalamnya yaitu:
1. Simbol huruf, yaitu huruf A sampai dengan Z atau a sampai dengan z.
(huruf besar dan kecil).
2. Simbol angka atau
digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9.
3. Simbol khusus, yaitu
+ - * / ;
:= , ‘ = <
> <= >= <>
: { } ( ) [ ]
- Reserved Word (kata pasti)
yaitu suatu kata yang secara mutlak tidak boleh diartikan lain dan
harus digunakan sebagaimana yang telah didefinisikan atau ditentukan
kegunaanya oleh bahasa Pascal. Reserved word ini tidak boleh didefinisikan
ulang oleh pemakai, sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai pengenal
(identifier).
Contoh beberapa reserved word bahasa pascal
antara lain:
AND
ELSE
LABEL
SET
ARRAY
END
OF
TYPE
BEGIN
FUNCTION
OR
UNTIL
CASE
FOR
PROCEDURE VAR
CONST
GOTO
PROGRAM
WHILE
DO
IF
RECORD
WITH
DOWNTO
IN
REPEAT
dsb
- Identifier
(sebutan/pengenal)
Identifier merupakan sebuah kata yang digunakan sebagai nama atau sebutan
terhadap sesuatu didalam program. Pemakai dapat mendefinisikan sendiri suatu
nama sebagai identifier.
Identifier ini terdiri dari :
1. Identifier Standar,
yaitu identifier yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal.
ABS
LN
ARCTAN
ODB
BOOLEAN
PRED
CHAR
ROUND
CHR
READ
COS
READLN
EOF
SQR
EOLN
SQRT
EXP
SUCC
2. Identifier Non Standar;
yaitu identifier yang didefinisikan oleh pemakai bahas pascal; misalnya;
- nama
suatu program
- nama
suatu konstanta
- nama
suatu variabel
- nama
suatu procedure
- terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan
karakter pertama harus berupa huruf. Huruf besar dan huruf kecil dianggap sama.
- Tidak
boleh mengandung blank.
- Tidak
boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah
- Panjangnya
bebas, tetapi hanya 63 karakter pertama yang dianggap signifikan.